Cara Yang Benar Memeriksa Dan Merawat Aki Motor (Battery)

Aki atau battery pada kendaraan merupakan komponen penting yang berfungsi sebagai sumber arus listrik searah untuk berbagai sistem kelistrikan, seperti sistem starter, sistem pengapian, dan sistem penerangan. Oleh karena itu, kondisi aki harus selalu dijaga agar seluruh komponen kelistrikan motor dapat bekerja secara optimal.

Selain memiliki ukuran yang ringkas dan ringan, aki mampu menyuplai arus listrik dalam jumlah besar. Karena perannya sangat vital, setiap pemilik kendaraan perlu mengetahui cara memeriksa dan merawat aki dengan benar agar usia pakainya lebih panjang.

Memeriksa Aki Baru

1. Aki yang Sudah Pernah Di-charge dan Ditambah Cairan

Jika aki sudah pernah di-charge setelah pengisian cairan elektrolit, tegangan listriknya dapat menurun selama penyimpanan akibat proses self discharge. Selain itu, permukaan cairan elektrolit juga bisa berkurang karena penguapan.

Untuk menjaga performanya, lakukan pengisian ulang secara berkala dan pastikan volume cairan elektrolit tetap sesuai standar. Simpan aki di tempat yang kering, sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung, dan memiliki suhu yang stabil.

2. Aki Kering (Maintenance Free)

Pada aki kering, pastikan tutup aki selalu tertutup rapat selama penyimpanan. Hindari adanya kebocoran pada lubang ventilasi karena dapat memengaruhi kondisi bahan kimia di dalam aki dan mempercepat penurunan kualitasnya.

Memeriksa Aki yang Sedang Digunakan

1. Periksa Tinggi Cairan Elektrolit

Selama aki digunakan, air dalam cairan elektrolit akan berkurang akibat proses elektrolisis dan penguapan. Oleh sebab itu, tinggi cairan elektrolit harus diperiksa secara berkala.

Apabila volumenya berkurang, tambahkan air aki murni (air suling) hingga mencapai batas yang dianjurkan. Jika cairan cepat habis, segera periksa sistem pengisian kendaraan karena kemungkinan terjadi kerusakan.

2. Periksa Berat Jenis Cairan Elektrolit

Berat jenis cairan elektrolit dapat diukur menggunakan hydrometer. Pengukuran ini berguna untuk mengetahui kondisi kapasitas aki. Saat membaca hasil pengukuran, posisikan alat sejajar dengan mata agar hasilnya akurat.

Berat Jenis Kondisi Tindakan
1,250 – 1,280 Baik Tidak perlu tindakan
1,220 – 1,250 Kurang baik Lakukan pengisian ulang (charge)
Kurang dari 1,220 Buruk Charge kembali atau ganti aki

Memeriksa Selang Udara Aki

Pastikan selang udara aki tidak tersumbat, tertekuk, bocor, atau rusak. Saat pemasangan, arahkan ujung selang sesuai posisi yang benar agar sirkulasi udara tetap berjalan dengan baik.

Pemeriksaan Lainnya

Bagian luar aki harus selalu bersih dan kering. Kotoran pada permukaan aki dapat menyebabkan kebocoran arus maupun cairan elektrolit saat proses pengisian.

  • Hindarkan rumah aki dari bensin atau bahan kimia yang dapat menyebabkan retak.
  • Periksa terminal aki dan bersihkan apabila terdapat karat menggunakan air hangat dan sikat.
  • Pastikan baut terminal terpasang kuat agar tidak terjadi getaran berlebih yang dapat memperpendek umur aki.
  • Periksa kondisi dudukan aki agar tetap kokoh dan tidak longgar.

Penyebab Aki Pecah

Kerusakan berupa pecahnya aki umumnya bukan disebabkan oleh penggunaan normal, melainkan akibat kesalahan perawatan maupun penanganan.

  • Overcharging (pengisian berlebihan).
  • Pengisian menggunakan arus terlalu besar.
  • Pengisian kurang sempurna.
  • Kekurangan cairan elektrolit.
  • Membiarkan aki terlalu lama setelah selesai di-charge.
  • Kesalahan pemasangan.

Overcharging maupun pengisian dengan arus tinggi dapat menyebabkan air pada cairan elektrolit cepat menguap sehingga konsentrasi elektrolit meningkat. Kondisi tersebut dapat merusak separator maupun kutub aki dan memperpendek usia pakainya.

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan perawatan yang benar, performa aki akan tetap optimal serta mampu menunjang sistem kelistrikan sepeda motor dalam jangka waktu yang lebih lama.

Tinggalkan komentar