Cara Pemeriksaan Alternator Yang Tepat Pada Motor – Alternator merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan sepeda motor yang berfungsi menghasilkan arus listrik untuk mengisi baterai dan menyuplai kebutuhan listrik kendaraan. Oleh karena itu, pemeriksaan alternator perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.
Memeriksa Rectifier
Gunakan multitester dengan posisi saklar pada skala dioda untuk mengukur nilai tegangan dioda-dioda antara terminal-terminalnya.
Apabila nilai tegangan tidak sesuai dengan standar, maka dioda harus diganti dengan yang baru. Jika tegangan menunjukkan nilai 1,4 volt atau kurang saat tidak disambungkan, periksa dan ganti baterai yang terdapat di dalam multitester.
Memeriksa Regulator IC (Tipe I)
- Hubungkan regulator dengan benar.
- Lampu harus menyala ketika power supply DC disetel pada tegangan 12 volt.
- Naikkan tegangan secara bertahap mulai dari 12 volt. Lampu akan mati saat tegangan mencapai 14,5 ± 0,3 volt.
- Setelah pemeriksaan selesai, periksa daya hantar antara terminal (F) dan terminal (IG). Keduanya harus memiliki hubungan.
Memeriksa Regulator IC (Tipe II)
Ukur tegangan dioda antara terminal B dan F menggunakan multitester pada skala dioda.
- (+) F – (-) B : 0,5 – 0,6 volt
- (-) F – (+) B : 1,4 – 1,5 volt
Memeriksa Stator
Gunakan multitester untuk mengukur nilai tahanan antara ujung sisi gulungan. Pastikan nilainya sesuai dengan spesifikasi standar. Selain itu, periksa hubungan antara inti dan gulungan. Jika hasil pemeriksaan sesuai, maka stator masih dalam kondisi baik.
Memeriksa Rotor
- Ukur nilai tahanan antara ring menggunakan multitester dan pastikan sesuai standar.
- Periksa hubungan antara ring dan inti. Keduanya tidak boleh memiliki hubungan.
- Ukur diameter luar ring dan pastikan masih berada dalam batas pemakaian.
- Periksa kondisi permukaan ring dari keausan maupun bekas terbakar akibat penggunaan.
Memeriksa Brush
Gunakan jangka sorong untuk mengukur panjang brush dari bagian terluar hingga dudukan brush. Pastikan ukurannya masih berada dalam batas pemakaian yang direkomendasikan.
Dengan melakukan pemeriksaan alternator secara rutin, sistem pengisian dan kelistrikan sepeda motor dapat bekerja dengan baik sehingga performa kendaraan tetap terjaga dan risiko kerusakan dapat diminimalkan.