Cara Kerja Keran Bensin Yang Harus Anda Diketahui

Sedang asyik mengendarai motor, tiba-tiba motor mogok karena kehabisan bensin. Kejadian seperti ini sering terjadi akibat kurang memahami fungsi dan mekanisme keran bensin. Oleh karena itu, penting untuk mengenal jenis-jenis keran bensin serta cara kerjanya agar tidak mengalami masalah di tengah perjalanan.

Secara umum terdapat tiga jenis keran bensin yang digunakan pada sepeda motor, yaitu keran manual ON-OFF-RES, keran karburator, dan keran vakum. Masing-masing memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang berbeda.

1. Keran Bensin Manual ON-OFF-RES

Keran bensin jenis ini banyak digunakan pada motor sport dan beberapa motor bebek generasi lama. Keran dilengkapi tiga posisi, yaitu ON, OFF, dan RES (cadangan).

Pada bagian dalam tangki terdapat dua pipa saluran bahan bakar. Saluran ON memiliki pipa yang lebih tinggi dengan panjang sekitar 8–10 cm, sedangkan saluran RES berada di bagian dasar tangki. Kedua saluran ini dilengkapi saringan untuk menyaring kotoran sebelum bensin mengalir keluar.

Selain itu, keran bensin juga memiliki mangkuk penyaring yang dapat dilepas untuk dibersihkan. Pada bagian ini terdapat jala penyaring dan O-ring yang berfungsi mencegah kebocoran bahan bakar.

Saat posisi keran berada pada ON, bensin mengalir melalui pipa utama hingga permukaan bensin turun di bawah ujung pipa tersebut. Ketika bensin utama habis, mesin akan mati dan pengendara harus memindahkan posisi keran ke RES agar bensin cadangan dapat mengalir.

Karena itu, penggunaan posisi ON sangat dianjurkan agar pengendara memperoleh peringatan ketika bensin hampir habis. Umumnya kapasitas bensin cadangan sekitar 2 liter, cukup untuk mencapai SPBU terdekat.

2. Keran Karburator

Jenis kedua adalah keran yang dipasang langsung pada karburator. Berbeda dengan keran manual, tipe ini tidak memiliki saluran cadangan karena tangki hanya menggunakan satu jalur selang bahan bakar.

Akibatnya, ketika bensin habis maka tangki benar-benar kosong dan tidak tersedia cadangan. Keran jenis ini banyak digunakan pada motor bebek keluaran lama.

Mekanisme kerjanya cukup sederhana. Bensin dari tangki mengalir melalui selang menuju ruang penampung pada keran, kemudian diteruskan ke karburator sesuai kebutuhan mesin.

3. Keran Vakum

Keran vakum banyak digunakan pada motor yang telah dilengkapi indikator bahan bakar. Keran ini tidak memiliki tuas ON-OFF maupun saluran cadangan.

Prinsip kerjanya memanfaatkan kevakuman yang dihasilkan mesin. Bensin hanya dapat mengalir ketika mesin hidup dan menghasilkan hisapan dari karburator.

Secara konstruksi, keran vakum terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama berfungsi menerima aliran bensin dari tangki. Bagian kedua berupa penutup yang dilengkapi pegas. Bagian ketiga adalah membran karet yang memiliki tuas penonjok untuk membuka dan menutup jalur bahan bakar.

Di antara membran dan rumah keran terdapat saringan yang berfungsi menyaring kotoran yang terbawa bensin.

Ketika mesin dihidupkan, langkah hisap piston menghasilkan kevakuman pada karburator. Kevakuman ini diteruskan ke membran sehingga tuas penonjok terdorong dan membuka jalur bensin. Dengan demikian, bensin dapat mengalir menuju karburator.

Sebaliknya, saat mesin mati dan kevakuman hilang, pegas akan mengembalikan posisi membran sehingga jalur bensin tertutup secara otomatis. Sistem ini membuat aliran bahan bakar lebih aman karena tidak terus mengalir ketika mesin tidak bekerja.

Kesimpulan

Keran bensin memiliki peran penting dalam mengatur aliran bahan bakar dari tangki menuju karburator. Keran manual menggunakan posisi ON, OFF, dan RES untuk mengontrol aliran bensin. Keran karburator bekerja lebih sederhana tanpa saluran cadangan, sedangkan keran vakum memanfaatkan kevakuman mesin untuk membuka dan menutup aliran bahan bakar secara otomatis. Dengan memahami cara kerja ketiga jenis keran bensin tersebut, pengendara dapat mengantisipasi masalah bahan bakar dan menjaga performa motor tetap optimal.

Tinggalkan komentar