Dalam sebuah kendaraan khususnya roda dua, salah satu masalah yang sering menyerang sepeda motor Suzuki Satria FU 150 cc ialah suara mesin yang berisik. Penyebabnya dapat bermacam-macam, mulai dari oli mesin yang kurang hingga rantai timing (rantai keteng) yang sudah mulur.
Timing chain atau lebih populer disebut rantai keteng adalah sebuah rantai baja yang menghubungkan poros engkol (crankshaft) dengan noken as (camshaft). Fungsinya adalah meneruskan putaran poros engkol ke camshaft agar mekanisme katup dapat bekerja sesuai timing mesin.
Meski terbuat dari baja, rantai keteng tetap bisa mengalami pemuaian dan keausan akibat panas serta penggunaan terus-menerus. Kondisi ini menyebabkan rantai menjadi molor. Pada Satria FU yang menggunakan sistem DOHC (Dual Overhead Camshaft), beban rantai keteng lebih berat karena harus memutar dua poros nok sekaligus.
Akibat rantai keteng yang kendor, mesin akan mengeluarkan suara kasar atau berisik. Beberapa pemilik motor memilih mengganti tensioner otomatis menjadi tensioner manual agar ketegangan rantai bisa diatur sendiri. Namun cara ini cukup berisiko apabila penyetelannya tidak tepat. Solusi yang lebih aman adalah mengganti rantai keteng yang sudah kendor dengan yang baru sambil tetap mempertahankan tensioner bawaan.
Cara Mengganti Rantai Keteng Mesin Satria FU
Penggantian rantai keteng termasuk pekerjaan yang cukup berat karena berhubungan langsung dengan bagian atas mesin. Kesalahan pemasangan dapat menyebabkan mesin tidak dapat hidup kembali. Oleh karena itu, lakukan setiap langkah dengan hati-hati dan siapkan peralatan yang memadai.
Langkah Pelepasan
- Kuras oli mesin. Jika oli akan digunakan kembali, tampung dalam wadah yang bersih.
- Lepas penutup cover atas head silinder menggunakan kunci yang sesuai.
- Lepas penutup poros magnet di bagian bawah mesin untuk memutar poros engkol.
- Posisikan piston pada titik Top (TMA akhir langkah kompresi), yaitu saat keempat katup dalam kondisi bebas.
- Periksa tanda pada magnet dan gear camshaft. Pastikan tanda panah mengarah ke atas dan katup tidak tertekan.
- Lepas poros nok (camshaft) dengan membuka braket pengikatnya.
- Kendurkan tensioner rantai keteng agar poros nok dapat dilepas dengan mudah.
- Lepas cover samping bawah mesin (cover alternator).
- Lepas magnetic rotor menggunakan treker khusus. Pastikan posisi poros engkol tidak berubah saat proses pelepasan.
- Setelah magnetic rotor terlepas, lepaskan roda gigi starter jika menghalangi akses ke rantai keteng.
- Angkat dan keluarkan rantai keteng lama melalui bagian atas mesin.
Langkah Pemasangan
- Masukkan rantai keteng baru dari bagian atas mesin.
- Kaitkan rantai pada roda gigi crankshaft.
- Pasang kembali gear starter dan magnetic rotor, lalu kencangkan mur pengikatnya.
- Pasang kembali rangkaian camshaft pada head silinder.
- Pastikan posisi pemasangan sesuai tanda Top yang telah dibuat sebelumnya.
- Kaitkan rantai keteng pada roda gigi camshaft.
- Atur posisi crankshaft dan camshaft pada posisi Top. Tanda panah pada kedua gear camshaft harus mengarah ke atas.
- Periksa kembali tanda Top pada crankshaft agar sejajar dengan tanda referensi pada mesin.
- Setelah posisi timing dipastikan benar, pasang kembali pengikat poros nok.
- Pasang dan kencangkan tensioner agar rantai memiliki ketegangan yang sesuai.
- Pasang kembali seluruh cover mesin yang sebelumnya dilepas.
- Isi kembali oli mesin dan lakukan pemeriksaan akhir sebelum menyalakan mesin.
Kesimpulan
Dengan mengganti rantai keteng yang sudah aus atau molor, suara kasar pada mesin Satria FU dapat berkurang bahkan hilang. Yang paling penting adalah memastikan posisi timing crankshaft dan camshaft tepat saat pemasangan agar performa mesin tetap optimal dan tidak terjadi kerusakan pada komponen internal mesin.