Apa boleh buat jika motor 2 tak terlanjur menerjang banjir setinggi lutut atau lebih. Teknik apa pun yang dilakukan, air tetap berpotensi masuk ke dalam mesin hingga akhirnya motor mati. Air akan mencari celah terkecil untuk masuk ke ruang mesin dan menyebabkan berbagai masalah.
Bagian yang paling mudah dimasuki air adalah karburator, penutup oli transmisi, selang pernapasan oli transmisi, dan knalpot. Air dapat masuk melalui karburator terutama pada motor yang tidak dilengkapi saringan udara. Saat piston melakukan langkah hisap, air dapat tersedot hingga masuk ke ruang kruk as dan silinder.
Komponen mesin yang kemasukan air akan mengalami penurunan kinerja. Tarikan mesin menjadi berat karena ruang di dalam mesin tidak lagi bebas dari cairan. Selain itu, komponen mesin yang seharusnya terlindungi oli dapat mengalami karat dan keausan karena lapisan pelumasnya hilang.
Untuk mengatasi masalah tersebut, air yang masuk ke dalam mesin harus segera dikeluarkan. Membuka busi dan knalpot lalu mengengkol mesin hanya merupakan pertolongan pertama. Agar hasilnya maksimal, diperlukan pembongkaran beberapa komponen seperti saat melakukan servis besar.
Membongkar Komponen yang Terendam Air
Lepaskan saringan udara, karburator, leher angsa, rumah katup buluh, kepala silinder, silinder, dan knalpot. Bongkar seluruh komponen secara hati-hati agar nantinya dapat dipasang kembali dengan benar sehingga motor dapat digunakan seperti semula.
Membersihkan Komponen dengan Bensin
Bersihkan seluruh komponen menggunakan bensin. Dinding dalam leher angsa, lubang pada silinder, dan bagian dalam knalpot dapat dicuci dengan bensin sambil dikocok agar sisa air benar-benar hilang. Pastikan mangkuk karburator bersih dari air dan tiup saluran spuyer hingga kering.
Untuk busa saringan udara, cukup diremas perlahan agar air keluar. Hindari memelintir busa karena dapat menyebabkan kerusakan.
Membersihkan Ruang Karter
Ruang karter sebaiknya dicuci menggunakan bensin yang telah dicampur oli mesin 2 tak. Campuran tersebut membantu menjaga pelumasan pada ruang kruk as. Setelah itu, semprotkan udara bertekanan menggunakan kompresor sambil memutar kruk as secara perlahan.
Apabila tidak tersedia kompresor, gunakan kain yang mudah menyerap air. Lilitkan kain pada kawat kemudian selipkan di sela-sela kruk as dan gerakkan maju mundur sambil memutar kruk as agar air yang tersisa dapat terserap dengan baik.
Membersihkan Piston dan Oli Transmisi
Meskipun piston tidak dilepas dari dudukannya, bagian tersebut tetap dapat dibersihkan menggunakan bensin dari arah luar. Berikan perhatian khusus pada bantalan setang piston dan bantalan pin piston agar tidak mengalami karat.
Air yang masuk ke dalam bak oli transmisi biasanya akan bercampur dengan oli sehingga warnanya berubah menjadi putih seperti susu atau bahkan mengental. Jika hal ini terjadi, segera kuras oli transmisi melalui baut pembuangan dan ganti dengan oli baru.
Periksa Sistem Kelistrikan
Komponen kelistrikan juga perlu diperiksa karena kabel yang basah dapat menyebabkan korsleting. Bagian yang paling sering bermasalah adalah kepala busi. Gunakan kompresor untuk mengeringkan area tersebut.
Periksa pula selang dan pembungkus kabel karena air sering terjebak di dalamnya. Jika perlu, buat lubang kecil pada bagian bawah agar air dapat keluar dan kabel kembali kering.
Kesimpulan
Motor 2 tak yang kebanjiran harus segera ditangani dengan membersihkan seluruh komponen yang terkena air. Pembersihan yang menyeluruh pada sistem bahan bakar, ruang karter, transmisi, dan kelistrikan dapat mencegah kerusakan yang lebih parah serta membuat motor kembali berfungsi dengan baik.