Inilah 4 Penyakit Langganan Mio J Serta Cara Mudah Mengatasinya – Dalam hal ini masalah pada sepeda motor terkadang membuat pemiliknya bingung, tidak terkecuali Yamaha Mio J dan Mio GT, skuter besutan Yamaha ini juga sering mendapatkan keluhan “Komplain” dari para pemiliknya, lantas, bagaimana cara mengatasinya?
Yamaha Mio ialah motor matic yang mengawali perkembangan skuter matic di Indonesia, sejak diluncurkan Yamaha Mio telah mengalami beberapa perubahan, yang salah satunya yakni Mio J atau Mio GT yang sudah berteknologi YM-JetFI.
Mio J, Mio GT dan Soul GT sebenarnya masih dalam satu platform, mesin dan sistem kelistrikan yang digunakan juga sama persis. Hanya saja model body ketiga motor ini dibuat berbeda, Mio J dengan aura yang lebih fresh, Mio GT dengan aura sporty dan Soul GT dengan aura kokoh yang terpancar dari body bongsornya. Masalah yang dihadapi ketiga skutik Yamaha ini juga sama, yakni kalau tidak sering mogok, aki habis, lantas bagaimana solusinya ??
Inilah Berbagai Masalah Pada Motor Yamaha Mio “J, GT” dan Soul GT
Adapun berbagai masalah pada motor Yamaha Mio J, GT dan Soul GT diantaranya yaitu:
Aki Cepat Habis
Kalau motor kita masih berteknologi karburator alias jadul, kita tidak perlu memikirkan baterai, karena fungsi baterai pada motor-motor jadul hanya menyimpan dan menyuplai kelistrikan body, sehingga saat aki dilepaspun motor masih bisa berjalan ngebut.
Tapi untuk motor-motor injeksi aki tidak bisa ditawar lagi, jika aki dilepas sama saja kita melepas mesin. Motor tidak akan bisa berjalan. Aki pada motor injeksi, fungsinya untuk menyuplai kelistrikan mesin salah satunya starter, sensor, injektor dan fuel pump. Jika aki soak atau habis keempat komponen tersebut tidak akan bekerja, artinya mesin mati.
Penyebabnya bisa karena aki motor kalian memang sudah berumur ataupun karena spul motor Mio yang dikenal bermasalah. Masalahnya, spul pada Mio tidak mampu menyuplai arus sesuai kebutuhan kelistrikan motor. Sehingga baterai lama-kelamaan akan habis tegangannya dan motor mogok ditengah jalan.
Untuk mengatasinya cukup mudah kita perlu melakukan penggantian satu set kiprok dan spul pada Mio kesayangan kita tersebut. Agar Mio kita terhindar dari masalah diatas, kita bisa melakukan pencegahan dengan cara memanaskan mesin terlebih dahulu sebelum digunakan.
Kegiatan memanaskan mesin memang terkesan sepele tapi pengaruhnya besar. Selain untuk membantu mesin agar mencapai suhu kerja, kegiatan ini juga bisa untuk melakukan pengisian tegangan baterai sehingga saat motor berhenti lama akinya tidak terlalu drop. Di pagi hari, hidupkan Mio kesayangan kalian tapi jangan pakai tombol starter, gunakan engkolan untuk menghidupkan mesin.
Fuel Pump Bermasalah
Masalah yang kedua yang juga sering dikeluhkan di bengkel-bengkel motor yakni fuel pump yang bermasalah. Motor Mio memiliki fuel pump yang berfungsi untuk menghasilkan tekanan bahan bakar pada injektor, tanpa fuel pump, injektor tidak akan mengeluarkan bensin.
Masalahnya, fuel pump Mio juga kadang-kadang ngadat, mungkin Mio kalian sedikit kesulitan saat distarter di pagi hari. Jangan menganggap kompresi motor kalian bocor terlebih dahulu, bisa saja itu karena tekanan bahan bakar ngedrop.
Masalah ini sering terjadi pada Mio yang sudah berumur lebih dari 2 tahunan. Penyebabnya bisa dari BBM yang digunakan salah. Jika sering menggunakan bensin jenis premium maka masalah ini akan cepat muncul.
Bensin premium memiliki kandungan yang kotor karena mengandung timbal dan beroktan rendah. Dalam waktu lama kotoran pada bensin premium bisa menyumbat komponen didalam fuel pump. Komponen yang sering tersumbat yakni relief valve. Komponen ini berfungsi menjaga tekanan bensin didalam sistem injeksi. Jika kinerja relief valve terganggu maka tekanan bensin akan ngedrop saat mesin mati, hasilnya motor sulit hidup saat distarter.
Untuk solusinya tidak perlu melakukan penggantian fuel pump karena mahal. Cukup melakukan pembersihan tangki dan pompa menggunakan tools khusus. Pembersihan harus dilakukan oleh mekanik yang ahli di bengkel terpercaya.
Mesin Mati Mendadak
Untuk masalah ketiga hampir semua jenis motor mengalaminya, motor mati mendadak memang bikin kesal. Apalagi masalah ini muncul saat sedang buru-buru.
Jika hal itu terjadi jangan panik, pinggirkan motor dan gunakan standar tengah. Penyebab motor Mio yang mati mendadak bisa bermacam-macam, bisa aki yang drop, kegagalan sistem injeksi atau busi mati.
Coba starter motor, jika starter berfungsi namun mesin tidak juga hidup maka selama aki motor masih bisa digunakan. Selanjutnya posisikan kunci kontak ke posisi ON. Harusnya terdengar suara fuel pump dari dalam tangki. Jika bunyi ini tidak terdengar, maka kemungkinan fuel pump Mio J rusak. Tapi jika bunyi terdengar, maka perlu memeriksa busi.
Idle Speed Tidak Stabil
Normalnya Mio J atau GT memiliki kecepatan stationer di angka 1500–1600 RPM. Selain itu seperti motor injeksi kebanyakan, komponen ISC juga disematkan untuk mengatur idle speed atau kecepatan langsam.
Jika ISC kotor maka kecepatan idle Mio menjadi tersendat-sendat. Bahkan saat akselerasi mesin bisa mati. Untuk itu minimal lakukan servis secara rutin.
Keempat keluhan diatas memang tidak semuanya dirasakan oleh pengguna Mio J. Jika pemakaian baik dan rajin dalam merawatnya maka motor Mio GT atau J akan lebih awet.