[100% Ampuh] Penyebab & Cara Mengatasi Suara Mesin Satria Fu Kasar

Penyebab & Cara Mengatasi Suara Mesin Satria Fu Kasar – Dalam hal ini suara mesin yang berisik bukan hanya mengganggu kita sebagai pengendara, akan tetapi juga bisa mengganggu pengendara yang lain. Apalagi ini terjadi pada Ayago yang khas seperti Satria Fu, pasti nama besar Fu akan tercoreng “Orang yang melihatnya akan berkata, motornya bagus kok mesinnya klotok-klotok”.

Untuk hal demikian ini biasanya gejala mesin kasar ini muncul pada segala RPM, namun beberapa motor akan terasa saat menyentuh RPM 7000 ke atas. Hal itu bukan tanpa alasan, yang dimana semakin tinggi putaran mesin semakin cepat pula komponen mesin berinteraksi atau saling bergesekan, sehingga suara yang dihasilkan pun akan menjadi lebih terasa.

Namun di dalam mesin sudah disediakan sistem pelumas yang akan melumasi semua komponen mesin supaya gesekan yang terjadi tidak akan menimbulkan friksi atau bunyi gesekan. Tapi tetap saja ada mesin yang masih mengeluarkan suara kasar meski olinya baru diganti. Lalu mengapa bisa demikian? Untuk artikel kali ini kami akan membahas beberapa penyebab yang dapat memunculkan masalah mesin menjadi berisik beserta bagaimana cara mengatasinya.

Penyebab & Cara Mengatasi Suara Mesin Satria Fu Kasar

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan suara mesin menjadi kasar. Hal demikian ini disebabkan karena komponen mesin terbuat dari material logam. Pada Suzuki Satria, beberapa pemilik mendeteksi masalah suara kasar muncul dari hal-hal berikut.

1. Komponen Rantai Timing Yang Molor

Rantai timing atau sering pula disebut dengan rantai keteng ialah suatu tali baja yang menghubungkan poros engkol dan poros nok. Fungsinya agar katup bisa membuka dan menutup dengan pas. Karena berbahan besi, rantai ini pasti memiliki daya renggang apalagi jika terkena panas secara berkala.

Hal demikian inilah yang menyebabkan rantai berangsur mengalami pemuaian. Pemuaian ini tidak hanya membuat pembukaan katup sedikit terganggu namun juga membuat suaranya berisik. Sama seperti rantai roda motor yang molor dan mengeluarkan suara tidak karuan.

Memang benar, rantai timing memiliki bentuk lebih kecil dibandingkan rantai roda. Tapi putaran mesin bisa mencapai 5.000 RPM saat panas sehingga pantas saja suaranya bisa terdengar keluar.

Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti tensioner chain menggunakan tipe manual. Pada tipe manual kita dapat menyetel tingkat ketegangan rantai, sementara pada tensioner standar sudah disetel otomatis melalui mekanisme pegas.

Namun penggantian tensioner tipe manual akan berakibat fatal jika penyetelan salah, yang imbasnya rantai bisa menjadi putus. Cara lain yang lebih aman yaitu dengan mengganti rantai mesin baru.

Berikut langkah-langkah penggantian rantai timing Satria Fu:

  • Membuka cover poros engkol dan cover timing gear bagian atas.
  • Posisikan piston pada posisi Top dengan mencocokan tanda pada gear engkol dan gear noken dengan coakan pada blok mesin.
  • Melepas cover gear engkol untuk memudahkan melepas rangkaian roda gigi timing.
  • Melepas gear engkol dan tensioner rantai.
  • Pastikan rantai sudah bertautan pada kedua roda gigi dengan sudut yang tepat.
  • Kencangkan tensioner untuk meregangkan timing chain.
  • Pasang kembali seluruh cover engine yang sebelumnya dilepas.

2. Bagian Katup Mesin Mulai Aus atau Renggang

Suzuki Satria sudah mengusung teknologi DOHC sehingga memiliki 4 buah katup di dalam kepala silinder. Bunyi kasar juga bisa dihasilkan oleh klep jika celah katup terlalu renggang.

Standar celah katup ialah 0,20 mm untuk intake dan 0,30 mm untuk katup buang. Bila celah lebih besar dari standar maka hasilnya akan ada ketukan lebih keras dari rocker arm ke batang katup.

Hal tersebut dapat menimbulkan suara tik-tik saat mesin bekerja dan suara ini bisa hilang ketika mesin panas. Namun itu bukan berarti masalah selesai, karena saat mesin dingin suara akan muncul kembali.

Untuk melakukan standarisasi, kalian perlu melepas cover kepala silinder dan mengganti shim klep dengan ukuran yang lebih tebal.

3. Bagian Noken As atau Camshaft Mulai Oblak

Poros nok pada mesin Satria berbeda dengan mesin motor lainnya. Poros nok Satria hanya menggunakan bantalan tempel yang berada pada celah antara kepala silinder dan cover nok, bukan menggunakan bearing.

Hal ini mengakibatkan pembesaran celah saat mesin bekerja terus menerus. Pembesaran celah disebabkan gesekan antara poros dan dudukannya.

Untuk solusinya, beberapa pemilik melakukan modifikasi dengan memasang bantalan tambahan pada kepala silinder. Modifikasi ini dilakukan dengan membubut bagian kepala silinder dan memasangkan bantalan yang sudah disesuaikan dengan diameter noken as.

4. Oli Mesin Yang Berkurang

Oli mesin memiliki fungsi sebagai pelumas komponen mesin. Bila komponen mesin tidak terlumasi maka akan timbul suara kasar dan menyebabkan keausan.

Komponen seperti katup dan poros nok sering mengalami hal ini karena posisinya berada di bagian atas mesin. Secara normal oli akan terdistribusi ke seluruh bagian mesin termasuk kepala silinder. Namun jika volume oli kurang maka pelumasan tidak akan bekerja maksimal.

Bila hal itu terjadi maka dua komponen logam akan bergesekan tanpa pelumas. Akibatnya suara berisik timbul dan panas berlebih dapat memicu keausan komponen.

Untuk itu, cek stik oli untuk mengetahui volume oli di dalam mesin. Bila kurang maka tambahkan oli. Namun jika sudah terlalu sedikit, lebih baik ganti seluruh oli dengan yang baru karena sifat pelumas akan lebih baik bila tidak tercampur dengan pelumas bekas.

Penutup

Empat masalah bunyi kasar di atas sering ditemui pada Suzuki Satria Fu versi karburator, sedangkan versi injeksi belum terlalu menunjukkan gejala yang khas.

Demikianlah pembahasan mengenai penyebab dan cara mengatasi suara mesin Satria Fu kasar. Semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua.

Tinggalkan komentar